Aku mau cerita pengalaman horror waktu di Bali bersama 3 orang temanku. Bukan penampakan hantu ya guys, cuma ini tempatnya aja yang serem. Jadi waktu itu kami habis perjalanan jauuuuuh banget, melewati hutan-hutan, malam hari. Kami menuju Hotel atau villa atau guest house ga tau apa, wkwkwk. Sebenarnya aku udah booking dan liat foto-fotonya, tapi ga lihat reviewnya. Bentuknya kayak rumah di desa-desa gitu, tapi cuma kamar doang. Jadi 2 kamar 1 atap. Tiap-tiap 2 kamar, ada kamar-kamar lain juga yang berjauhan. Ngerti ga sih? wkwkwk
Kelihatnnya bagus, bersih, cukuplah buat istirahat, dan murah juga. Tibalah kami di lokasi pada malam itu. Lokasinya ada di dalam gang yang lumayan jauh dari jalan raya. Pagarnya masih terbuka dan kami langsung masuk dan parkir mobil. Tempatnya cukup luas dan gelap. Seingat aku sih waktu itu sudah jam 11 malam tapi udah sepi banget di sekitaran sana. Di teras receptionist, ada bapak yang jaga (atau yang punya ga tau juga) sama dua orang tamu yang lagi duduk. Ga tau apa yang mereka bahas bertiga tapi kayaknya mau nginap juga.
Kami samperinlah bapak itu kan ya, tunjukin bukti booking, cek KTP, dan dikasihlah kami kunci kamar. Bapaknya nunjukin arah kamarnya, tapi dia ga antar kami ke kamar. Pergilah kami menuju 2 kamar yang mau kami tempati untuk 1 malam itu. Kamar kami bersebelahan, dan lumayan jauh di belakang. Perasaan mulai ga enak, jalannya semak-semak, gelap, dan lumayan kebelakang. Temen cewekku mulai takut lihat suasananya. Tibalah kami di depan kamar, buka pintu, hidupin lampu. Kami pisah 2 kamar untuk yang cewek dan cowok. Kami masuk ke kamar masing-masing, melihat disekitar, kemudian kami keluar kamar dan berdiri di depan kamar. Kami berempat langsung ngobrol bisik-bisik disana.
Kamarnya ga ada selimut, kamar mandinya kotor, banyak ulat bulu yang dari rerumputan, ada jangkriknya, kasurnya ada bekas eek burung, ga ada handuk, di tambah jendela kayu yang bikin parno. Suasananya sepi, kamar yang lain jauh-jauh, gelap, dan kayaknya ga ada orang lain yang nginap disana.
Kami berdiri dengan perasaan takut yang sama, berembuk harus bagaimana. “Bisa ga ya direfund? serem weee, cari hotel lain aja yuk? cabutlah yuk weee, kayaknya cuma kita yang nginep disini.” bla bla bla…..
sekitar 10 menit kami berdiri di depan kamar berdebat harus bagaimana. Akhirnya kami memutuskan untuk cabut. Kunci kamar, kami pun bergegas ke depan tempat bapak tadi. Sesempainya di receptionist tadi, bapaknya ga ada, 2 orang tadi juga ga ada. Kami ketuk-ketuk pintu di balik meja receptionist itu juga ga ada yang keluar ataupun nyahut. Kami berdebat lagi, suasana tambah menegangkan. Kami sepakat pergi, ninggalin kunci di meja, persetan dengan refund. Kami bergegas naik mobil, puter balik dan menuju pagar, dan jrenggg, pagarnya udah ditutup. Aku memberanikan diri keluar mobil, ngecek pagar apakah udah dikunci atau belum. Untugnya belum dikunci, langsung aku buka, mobil lewat, aku tutup kembali pagarnya, dan masuk mobil. Kami pun langsung cabut dari tempat itu.
Sekitar jam 12 malam, kami masih keluyuran cari hotel yang masih available. Setelah 3 kali gagal, akhirnya kami dapat villa yang bagus. Harganya lumayan mahal tapi masih worth it buat kami ber4. Villanya gede, 2 kamar, fasilitas lengkap dan bersih. viewnya langsung menghadap pantai, dan rame tourist juga disana. Oh ya, kami juga bertemu lagi sama 2 orang yang kami temui di hotel horor tadi. Sepertinya mereka juga tidak jadi menginap disana, dan lagi cari-cari hotel lain juga. wkwkwk
Setelah check dan recheck, ternyata rating hotel horror itu emang jelek banget. Akibat buru-buru cari hotel tapi ga liat reviewnya. wkwkwk
Gapapa rugi duit daripada kami harus stay di hotel itu, ntah penampakan apa yang akan kami lihat. Yang ada ga bisa tidur, mana badan capek abis berjalan jauh, besok harus pergi lagi lanjut perjalanan. Kalau diingat-ingat lucu juga ya guys. haha
(Rian, Nina, Deja, Via)
Tinggalkan komentar