Ada masanya dalam hidup ketika aku merasa harus menjadi seperti orang lain. Harus punya pencapaian tertentu di usia tertentu. Harus menikah, harus punya pekerjaan “mapan”, harus tampil seperti yang dianggap sukses oleh kebanyakan orang. Seolah hidup ini perlombaan, dan aku terlambat sampai di garis start.
Yang bikin aku heran, kenapa ya orang-orang begitu kepo sama hidup orang lain. “Kapan nikah? Kerja apa sekarang? Udah punya ini itu belum?”. Pertanyaan-pertanyaan itu datang seolah-olah hidup hanya bisa dinilai dari pencapaian. Jarang banget ada yang tanya, “Kamu bahagia nggak? Kamu kenapa akhir-akhir ini? Kamu sehat?”. Padahal itu pertanyaan yang jauh lebih penting.
Aku sadar, kita sering banget mengkotak-kotakkan kehidupan.
Umur segini harus begini. Umur segitu harus begitu. Kita hidup terlalu mengikuti standar yang kita buat sendiri. Aneh, ya?
Aku yakin, banyak orang yang sudah menikah belum puas akan masa mudanya. Yang sudah punya karier, tapi hatinya kosong. Yang terlihat bahagia di luar, tapi berisik di dalam.
Belum tentu yang sudah menikah hidupnya lebih baik.
Belum tentu yang punya pekerjaan tetap itu lebih damai.
Belum tentu yang terlihat “dewasa” itu benar-benar mengerti hidup.
Makanya, aku lebih suka melihat anak muda yang berani:
Yang explore dirinya sepuasnya, Yang berkelana sejauh mungkin,
Yang gak takut terlihat belum jadi apa-apa, Karena mereka sedang menikmati proses jadi diri sendiri.
Masa muda bukan cuma soal bersenang-senang, tapi waktu terbaik untuk eksplorasi diri. Jatuh, gagal, belajar, dan bangkit lagi. Justru dari proses itulah kita akhirnya bisa tahu apa yang benar-benar bikin kita bahagia. Dan kalau ada yang memang memilih menikah muda, kerja tetap, hidup mapan sejak awal, itu juga bukan salah. Semua jalan punya ceritanya sendiri. Yang salah adalah kalau kita saling membandingkan dan saling menilai seolah hidup hanya punya satu cara yang benar.
Kita harus benar-benar menjalani masa muda dengan sepuas-puasnya, dan belajar banyak hal. Sampai kita bisa berpikir sehat, menentukan hal-hal yang terbaik buat diri kita. Karena setelah itu, kita jadi tahu hal-hal apa yang buat diri kita happy. Kita jadi tahu mau kemana arah dan lifestyle hidup diri kita. Hidup ini bukan soal siapa yang paling cepat memenuhi checklist. Tapi siapa yang paling jujur pada dirinya sendiri.
Semua jalan hidup punya perjuangan masing-masing. Yang penting adalah kita menjalani hidup ini dengan sadar dan bertanggung jawab, bukan karena ikut-ikutan, bukan karena takut dianggap gagal. Karena hidup bebas bukan berarti semaunya, tapi berani jujur dan siap menanggung apa pun yang datang dari pilihan kita sendiri.
Aku belajar bilang “tidak” ke ekspektasi yang bukan milikku.
Aku belajar berjalan di ritmeku sendiri, tanpa harus membandingkan langkahku dengan milik orang lain. Dan aku mulai percaya, setiap orang punya waktunya masing-masing. Termasuk aku. Termasuk kamu.
Jadi kalau kamu juga lelah ditanyai soal “kapan” dan “kenapa”,
tenang aja. Kamu nggak terlambat.
Kamu cuma lagi jalan di jalur yang kamu pilih sendiri.
Dan itu… udah keren banget.
Ini bukan soal pencapaian, tapi soal pilihan.
Lakukan saja apa yang membuatmu bahagia.
This is your own life.
Tinggalkan komentar