Hidup itu kadang absurd. Tapi ya udah, dijalanin aja kayak Rian.

Lagi Pengen Menyendiri

Ada masanya dalam hidup, aku cuma pengen sendiri.
Bukan karena aku sedang marah sama siapa pun. Bukan juga karena ada masalah besar. Tapi karena… ya, aku lagi lelah aja.
Lelah jadi ramah. Lelah bersikap “baik-baik saja”. Lelah menjawab basa-basi orang-orang. Rasanya energiku habis dan aku sendiri nggak ngerti kenapa.

Banyak orang salah paham tentang menyendiri. Mereka kira itu berarti aku mengurung diri di kamar, menjauh dari dunia, menarik diri karena stres atau depresi. Padahal, enggak selalu begitu. Menyendiri versiku justru aktif. Aku tetap keluar rumah. Jalan ke mana aja yang aku suka. Makan enak. Jajan yang aku pengen. Duduk sendiri di pojok kafe sambil scroll HP atau ngedit foto. Aku cuma ga pengen bareng siapa-siapa aja gitu.

Aku pernah pulang kerja malam karena lembur. Badan capek, tapi aku malah mampir ke mall dekat tempat kerja. Beli tiket film horor (Pengabdi Setan 2), duduk di dalam bioskop sendirian. Ga ngajak siapa-siapa, karena aku memang lagi nggak pengen ngajak siapa-siapa.
Dan jujur itu seru juga, sendirian, ada rasa takut tapi ga ada teman ngobrol. Kayak ngelatih mental buat berani, “Yuk bisa yuk”. wkwkwk

Pernah juga saat hujan seharian, bosen di kamar, laper juga, aku iseng pesan Gocar dan langsung cabut ke mall. Keliling sendiri, beli barang yang aku suka, makan makanan enak. Ga ada yang komen, nggak ada yang nanya, nggak ada basa-basi. Cuma aku dan diriku sendiri.

Menyendiri buatku adalah bentuk rawat diri.
Karena kadang, ada hal-hal yang nggak bisa diceritain ke siapa pun. Bukan karena nggak ada yang mau dengerin, tapi karena rasanya… sulit dijelaskan. Dan di saat-saat kayak gitu, aku memilih menenangkan diri. Ngecek kondisi hatiku sendiri. Bukan cari solusi dari orang lain, tapi pelan-pelan nyembuhin diri sendiri.

Aku tahu, ada momen ketika nongkrong bareng teman bisa bikin mood naik. Tawa dan cerita bisa jadi hiburan yang menyejukkan. Tapi ada juga hari-hari di mana energiku drop tiba-tiba. Lagi duduk di keramaian, tapi merasa kosong. Lagi ketawa, tapi pikiran entah ke mana.
Dan di saat seperti itu, yang paling aku butuh… adalah ruang.
Ruang untuk diam.
Ruang untuk nggak menjelaskan apa pun.
Ruang untuk merasa.

Jadi kalau suatu hari aku menjauh, diam, atau memilih sendiri, bukan karena aku berubah. Bukan karena aku nggak suka orang-orang.
Tapi karena aku sedang fokus sama diri sendiri aja dulu.
Sedang menemani diri yang selama ini selalu aku abaikan.

Tinggalkan komentar