Hidup itu kadang absurd. Tapi ya udah, dijalanin aja kayak Rian.

Menyibukan Diri Sendiri

Kadang, cinta seseorang bisa jadi hal paling menyakitkan. Yang awalnya bikin kita berbunga-bunga, bisa berakhir jadi luka yang dalam. Dan dari semua rasa itu, aku belajar satu hal: aku lebih damai sendiri.

Sekarang, aku menikmati hari-hariku tanpa drama percintaan. Tanpa harus mikirin seseorang yang mood-nya naik turun dan kadang nyakitin tanpa sadar. Aku menyibukkan diri bukan untuk pelarian, tapi sebagai bentuk mencintai diri sendiri.

Aku punya cukup banyak teman, dari circle yang berbeda-beda. Ada yang cocok diajak ngobrol santai, ada yang seru buat jalan-jalan, ada juga yang cukup hadir saat aku butuh ketenangan. Kadang aku habiskan waktu di luar, bertemu mereka. Kadang juga aku memilih diam di kamar, cuma bareng handphone dan laptop, tenggelam dalam dunianya sendiri. Atau aku pergi sendiri kemanapun hati ingin pergi. Sendiri tapi bebas. Asal jangan diam terlalu lama. Karena diam bisa berubah jadi lamunan kosong yang pelan-pelan menyakiti.

Jadi, sibukkanlah hari-harimu. Bekerja, belajar hal baru, hangout sama teman, atau liburan santai. Sibukan dirimu hingga tidak ada celah untuk bersedih, tidak ada celah untuk mengkritik orang lain, tidak ada celah untuk memikirkan drama-drama kehidupan yang membuat hati luka. Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan mengingat seseorang yang bahkan tak berusaha tinggal.

Tapi dibalik semua kenyamanan yang sudah aku ciptakan, yang aku temukan selama aku berproses ini, kadang ada luka yang tak sengaja aku beri pada orang lain. Ada seseorang yang ingin dekat denganku. Dia menyukaiku. Ingin mengenalku lebih dalam, menghabiskan lebih banyak waktu bersamaku. Tapi aku… aku sudah terlalu nyaman dengan kesibukanku. Aku ga bisa memberikan banyak waktu untuknya yang baru aku kenal, karena aku juga punya teman, banyak. Aku nyaman bersama teman-temanku.

Aku tak pernah berniat menjauh, tapi aku juga tak bisa memberi lebih. Bukan karena aku tak peduli, tapi karena aku sudah terlalu terbiasa menjaga jarak. Terlalu sering berharap, lalu kecewa. Sampai akhirnya aku belajar untuk tidak terlalu menginginkan seseorang. Karena menginginkan terlalu dalam itu menyakitkan. Dan aku takut, rasa itu datang lagi. Aku pernah merasakannya.

Jadi jika hari ini ada yang patah karena aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, aku minta maaf. Bukan kamu yang kurang. Mungkin aku saja yang belum benar-benar sembuh. Atau, mungkin aku hanya ingin menikmati hidup tanpa terlalu banyak ekspektasi tentang cinta.

Dan buat kamu yang baru saja patah hati, baru ditinggal dia, ayo sibukan dirimu dengan hal-hal yang baik. Daripada memikirkan dia, daripada memikirkan yang membuat hatimu sedih, lebih baik lakukan hal-hal yang membuat hatimu bahagia. Pergi bersama teman-temanmu, makan makanan enak, duduk menikmati pemandangan indah, atau sekedar duduk dan bercerita sesuatu yang receh bersama teman. Belajar hal-hal baru juga bisa bikin mood kamu baik lagi, atau bahkan bisa nambah teman yang mungkin sefrekuensi dengan kamu. Seperti belajar bahasa asing, melukis, menulis, olahraga, atau bercocok tanam. Banyak hal-hal yang bisa kita lakukan, selamat mencoba, hihihi.

Tinggalkan komentar