Hidup itu kadang absurd. Tapi ya udah, dijalanin aja kayak Rian.

Rekam Jejak Digital yang Indah

Aku suka mengabadikan momen. Entah itu lewat foto-foto random atau video-video yang kadang bikin ngakak. Buatku, setiap momen punya cerita, dan aku nggak mau cerita itu hilang begitu saja ditelan waktu. Bukan karena alay, bukan juga karena pengin eksis. Tapi lebih ke rasa ingin menyimpan sepotong kenangan yang mungkin suatu hari nanti bisa aku buka lagi. Entah saat rindu, saat butuh semangat, atau hanya ingin mengingat bahwa aku pernah ada di sana, tertawa, menangis, hidup. Dan kita butuh bentuk visual itu untuk memanggil ingatan-ingatan dulu lagi.

Orang kadang bilang, “Halah, norak amat, dikit-dikit video.” Tapi aku percaya, suatu saat nanti, mereka pun akan bersyukur kalau punya satu dua rekaman masa lalu yang bisa menghangatkan hati. Mengabadikan momen bukan tentang pencitraan. Ini tentang menghargai waktu, orang-orang, dan diri sendiri.

Dan sekarang, aku juga mulai nulis di blog ini. Tempat kecil buat aku bercerita. Bukan karena aku siapa-siapa, bukan karena hidupku luar biasa menarik, tapi karena aku percaya, setiap orang punya cerita yang layak dibagikan. Termasuk aku. Hehehe

Barangkali, dari kisah perjalananku ini, ada satu-dua orang yang bisa merasa terinspirasi. Atau minimal, ngerasa ditemani. Bahwa mereka nggak sendirian di dunia yang kadang terasa membingungkan ini.

Lewat blog ini, aku ingin membawa kalian melihat dunia dari kacamataku. Lewat cerita, dan juga lewat foto-foto yang aku abadikan di Instagram (@afrirzky). Foto-foto petualanganku, senja yang aku nikmati, jejak langkah di jalur hiking, keseruan di tempat kerja, atau momen tawa bersama teman-temanku. Semua itu bukan sekadar estetika, tapi bagian dari perjalanan hidupku.

Aku tahu, banyak orang lebih nyaman menjaga privasinya. Mereka memilih mengunci akun Instagram, membatasi siapa yang bisa lihat, atau hanya memposting yang estetik dan terpilih. Aku nggak menyalahkan itu. Aku bukan bagian dari orang-orang itu, yang estetik, keren, atau misterius yang ga pake foto profil. Aku nggak bisa seperti itu.

Akun Instagramku terbuka. Bukan karena aku ingin pamer, bukan juga karena aku haus perhatian. Aku hanya ingin membagikan momen-momen seru dan bahagia yang aku alami, untuk diriku sendiri, dan juga untuk orang-orang terdekatku yang mungkin menyukaiku, atau sekadar ingin tahu seperti apa rasanya hidup di sepatuku. Aku ingin orang lain bisa melihat apa yang pernah aku lihat. Merasakan apa yang pernah aku rasakan. Lewat foto dan video, aku berbagi sepotong hidup yang semoga bisa bikin orang lain tersenyum, merasa hangat, atau bahkan ikut merenung.

Dan jujur saja… kalau suatu hari nanti aku nggak ada lagi di dunia ini, setidaknya jejak itu masih ada. Masih bisa dilihat dan masih bisa dikenang. Aku ingin membagikan hal-hal yang positif. Bukan berkeluh kesah yang bikin orang capek lihatnya. Bukan karena hidupku selalu mulus ga juga. Tapi karena aku tahu, semua orang sudah punya capeknya sendiri-sendiri. Jadi kalau bisa, aku ingin jadi sedikit warna cerah di layar mereka. Tapi jangan jadi warna buat orang yang buta warna. wkwkwk

Seperti saat aku lagi seru-serunya sama teman-temanku. Traveling ke tempat-tempat yang indah. Atau sekadar nemu lagu yang liriknya pas banget, yang bikin hati hangat. Kadang juga video-video lucu yang bisa jadi bahan kirim-kiriman reels sama temen. Hal-hal kecil, tapi bisa jadi penyemangat. Mungkin terdengar sederhana, tapi menurutku kebahagiaan juga bisa datang dari hal yang sederhana. Dan aku ingin berbagi itu.

Tinggalkan komentar