Hidup itu kadang absurd. Tapi ya udah, dijalanin aja kayak Rian.

Aku Rindu Masa Lalu

Aku terkadang suka tiba-tiba kangen dengan hal-hal sederhana dari masa lalu. Bukan karena aku ingin kembali ke sana, tapi karena rasa yang pernah hadir di waktu itu begitu hangat dan sulit tergantikan. Bukan karena gamon karena sesuatu hal, tapi kangen dengan perasaan yang pernah kita rasa kala itu.

Aku merindukan hidup di kontrakan lama bersama teman-temanku. Suasana sederhana, penuh tawa, meski kadang berisik dengan hal-hal sepele. Ada saja cerita setiap harinya ya kan, kayak makan bareng, begadang tanpa alasan jelas, atau sekadar ngobrol ga jelas sampai lupa waktu.

Aku juga rindu suasana mes di Pulau Sambu, tempat aku bekerja dulu. Ketika aku masih dikelilingi kakak-kakak kelas yang asik dan penuh warna. Moment pertama kali aku banyak mengenal orang-orang yang rasanya asing tapi lama-lama aku ngerasa itu seru. Rasanya seperti punya keluarga kedua, tempat di mana aku bisa belajar banyak hal sambil tetap merasa nyaman jadi diriku sendiri.

Tak hanya itu, ada juga kerinduan pada teman-teman rekan kerja dulu. Mereka yang dulu begitu dekat, tapi kini sudah tak ada lagi di sekitarku. Aku kangen hari-hari sibuk kerja, di mana capek itu rasanya manis, karena malamnya masih bisa nongkrong bareng, bercanda, atau sekadar menikmati waktu bersama. Capek jadi terasa ringan saat ada tawa yang menemani.

Aku juga merindukan diriku yang dulu. Bagaimana aku bisa begitu excited akan sesuatu hal, mudah merasa bahagia, tertawa dengan hal-hal sederhana, dan merasakan serunya hidup tanpa banyak beban. Sekarang, waktu terus berjalan. Masalah datang silih berganti, dan rasanya perasaan-perasaan yang dulu itu perlahan hilang satu per satu.

Tapi bukan berarti semuanya hilang begitu saja. Ada juga perasaan baru yang datang, cara pandang baru yang tumbuh, dan kedewasaan yang terbentuk dari perjalanan ini. Hidup memang berubah, begitu juga aku di dalamnya.

Sejauh ini, aku masih berusaha menikmati semuanya. Ada lelah, ada rindu, tapi juga ada penerimaan. Mengikhlaskan apa yang memang sudah menjadi garis kehidupanku. Dan mungkin, di situlah letak indahnya bahwa hidup terus berjalan, dan aku masih di sini, melanjutkan langkahku dengan cerita baru yang akan suatu hari nanti juga kurindukan.

Apakah kamu juga pernah merindukan versi dirimu yang dulu? atau momen sederhana dalam hidupmu yang sekarang hanya bisa dikenang?

Tinggalkan komentar