Beberapa waktu lalu aku nekat kasih surprise ulang tahun buat temanku, Nanda. Dari Batam aku pergi sendirian ke Tanjung Uban, Bintan, naik speed boat. Sebelumnya aku udah janjian sama temannya Nanda, yaitu Nisa, buat eksekusi rencana ini.
Sebelum berangkat, aku mampir dulu ke toko kue. Rencananya aku mau bawain kue impian Nanda dan Nisa. Biasanya mereka suka kue yang perslice gitu karena aku pernah nemenin nanda beli kue itu buat ultahnya Nisa, tapi aku pesannya satu bulat penuh dengan variasi rasa berbeda. Tapi ternyata sial datang lebih dulu. Pas aku baru mau gas motor di depan toko kue, box kuenya jatuh dalam posisi miring. Aku shock (anjirrrr, wtf). Separuh kue rusak berantakan. Bukannya diperbaiki, aku malah lanjut jalan sambil sesekali ngintip isi box itu. Aku buru-buru karena takut kesorean, dan aku cuma bisa menghela napas. Wkwkwk.
Dengan kondisi kue setengah hancur dan hujan gerimis, aku tetap melanjutkan perjalanan ke pelabuhan. Sampai sana, aku pesan tiket speed boat dan langsung jalan. Di tengah perjalanan aku sempat chat Nisa, buat minta jemput di pelabuhan, sekalian cerita kalau kuenya jatuh. Wkwkwk.
Sesampainya di Tanjung Uban, hujan makin deras. Aku nunggu Nisa sekitar 15 menit, lalu dia datang pakai motor dan jas hujan. Kami langsung ketawa-tawa sendiri, kebayang gimana nanti reaksi Nanda kalau tahu cerita ini.
Sampai di rumah Nanda, Nisa yang memang tinggal satu rumah dengannya masuk duluan. Katanya Nanda lagi ngurung diri di kamar. Aku dan Nisa buru-buru buka box kue, dan sudah jelas separuhnya rusak. Kami ketawa sambil diam-diam mencoba memperbaikinya. Alhasil, cuma 3 slice kue yang masih layak buat disajikan. Kue itu kami pindahkan ke piring, kasih lilin kecil, lalu siap-siap di depan pintu kamar Nanda.
Setelah beberapa kali diketuk, akhirnya Nanda buka pintu. Dia kaget lihat kami bawa kue, dan tambah kaget lagi waktu kami cerita kejadian kue jatuh itu, Wkwkwk. Jadi, walaupun kuenya hancur, momentnya tetap pecah dan justru jadi kenangan ulang tahun paling lucu.
Malamnya kami lanjut karaoke. Seru banget, semua happy. Aku juga menginap di rumah Nanda malam itu. Besok paginya, Nanda bikin klepon kebanggaannya. Aku dan Nisa ikut bantu, dan ternyata rasanya enak banget. Setelah itu, kleponnya kami jadiin kue ultah ala-ala. Dikasih lilin, foto bareng, pokoknya gaya birthday party sederhana tapi lucu. Haha.
Siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Pinang dan Kijang, bareng teman Nanda satu lagi namanya Devan. Perjalanannya sederhana, tapi seru juga. Aku bisa lihat Nanda lumayan senang hari itu. Maklum, akhir-akhir ini dia lagi stres berat sama kerjaannya yang super sibuk, lembur bagai kuda. Jadi waktu aku datang, rasanya pas banget buat nemenin dia healing sejenak.
Pas pulang, mereka nganter aku ke pelabuhan. Aku berpamitan sama Nanda, rasanya agak terharu. Teringat kami sudah berteman lama, sudah melalui suka duka bersama. Susah untuk dijelaskan dengan kata-kata. Yang jelas, hanya aku dan Nanda yang benar-benar tahu rasanya. Huhuhu.
Happy birthday ya, Ndut!!! 🎉
Tinggalkan komentar